Mahasiswa IAIN Kudus Unjuk Rasa Di Depan Gedung Rektorat. (IRFANA NUR / BERITA PANTURA)

UKT NAIK, AKTIFIS NAIK DARAH

Jateng, Kudus — Aksi penuntutan kebijakan UKT  dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa kepada pihak birokrasi kampus IAIN Kudus (Ahad 11/07). Aksi ini  dilatar belakangi adanya kebijakan kampus yang dinilai tidak memuaskan mahasiswa. Desakan para Mahasiswa IAIN KUDUS terhadap perkara UKT sesuai Surat Edaran Pengumuman Nomor 2795/IN.37/R3/07.2021 tentang pengajuan permohonan keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT Bagi Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022, kebijakan ini terkesan diberikan dengan setengah hati dan dirasa sangat mencekik Mahasiswa dimasa sulit seperti ini. Hal ini menjadi sebab adanya gerakan aksi tuntutan UKT oleh Aliansi Mahasiswa IAIN Kudus.Aksi aliansi

Aksi Aliansi mahasiswa ini dimulai Ahad (11/07) pukul 22.00 WIB, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Aksi ini dimulai dengan spanduk-spanduk yang berisi keluhan dan ungkapan terhadap kebijakan UKT IAIN KUDUS, yang berbanding terbalik dengan fasilitas yang diberikan kampus. Spanduk-spanduk tersebut dipasang di gerbang dan sekitar lokasi kampus. Aliansi Mahasiswa mengekpresikan rasa keberatan akan kebijakan UKT dengan aksi teatrikal didepan spanduk-spanduk yang dipasang.

adanya gerakan itu muncul karena sistem birokrasi kampus yang memaksa mahasiswa bersifat seperti keladai, karena kalau berbicara  teori Soe Ho Gie, bahwasanya tidak semua perkataan guru itu seperti firman Tuhan dan tidak semua siswa atau mahasiswa itu seperti keledai, dan tidak ada kebenaran sempurna selain kebenaran yang Maha Sejati” ujar M. Thariq Shihab selaku kordum 1 (red. Koordinator umum).Mahasiswa IAIN Kudus

Aliansi Mahasiswa IAIN KUDUS menyuarakan 6 tuntutan dalam aksi tersebut, tuntutan itu antara lain:

  1. Menuntut transparansi UKT bagi mahasiswa angkatan 2018-2021
  2. Menyoal Surat Edaran Pengumuman Nomor 2795/IN.37/R3/07.2021 tentang pengajuan permohonan keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT Bagi Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022 dirasa mencekik mahasiswa dan tidak memenuhi rasa keadilan
  3. Menuntut potongan UKT 25% tanpa syarat dan angsuran dengan skema 3x tahapan
  4. Menuntut pemotongan UKT bagi mahasiswa semester 9-14
  5. Meneutut transparansi anggaran disemua lini dan sektor, dan
  6. Menuntut perbaikan sistem akademik/pembelajaran mahasiswa
BACA JUGA  PPKM Darurat, Semua Mal Tutup Sampai 20 Juli 2021

Naili Rizki selaku Koordinator umum 2 juga menuturkan “Gerakan ini dimulai dengan blokade banner yang bertulisakan #UKTIAINKUDUSMAHAL, banyaknya keluhan mahasiswa IAIN KUDUS terkait UKT yang begitu mahalnya, hal ini menjadi pemicu gerakan atas nama  Aliansi mahasiswa, adanya gerakan ini untuk menggunakan hak demokrasi dalam menyuarakan pendapat dan hak-hak tersebut harus kita laksanakan dan kita terima. Guna menjaga kelamgsungan demokrasi dalam kampus dan negara. Dan poin tuntutan tersebut semoga dapat terealisasi Gerakan ini terlebih dahulu menggunakan media, dan akan melakukan gerakan aksi di kampus besok (Senin 12/07), jika memang tidak ada tanggapan serius dari pimpinan Rektorat.

Check Also

Mahasiswa di Jateng Banyak Yang Belum Divaksin

Jateng – Riset Lapor Covid-19 di tiga provinsi besar di Pulau Jawa mengungkapkan bahwa Jawa …

Diskusi bersama PMII Cabang Pati bersama Anggota DPRD Jateng Muh Zen Adv. ( IRFANA/ BERITA PANTURA)

Mahasiswa Diminta Berani Menyampaikan Aspirasi

Jateng, Pati – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati melaksanakan kegiatan webinar yang bertepatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *