Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan pengecekan secara langsung penyaluran bantuan sosial. (JawaPos)
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan pengecekan secara langsung penyaluran bantuan sosial. (JawaPos)

Mensos Cek Langsung Penyaluran Bansos

Peristiwa – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan pengecekan secara langsung penyaluran bantuan sosial disejumlah daerah. Langkah tersebut diambil untuk mengamankan bansos jatah warga terdampak Covid-19 agar tidak dikorupsi.

“Pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak pandemi mendapatkan bantuan sesuai ketentuan,” kata Risma dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Risma juga melakukan sinkronisasi dan pemadanan data dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kementerian Dalam Negeri.

“Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk menidurkan lebih dari 21 juta data, karena di dalamnya ada data ganda. Pemadanan dengan NIK untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” ujar Risma, dilansir dari JawaPos.

Kemudian Risma juga berupaya memperbaiki mekanismenya. Dalam penyaluran bantuan sosial yang eksisting, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan melalui mekanisme non tunai.

Untuk  PKH, dan BPNT/Kartu Sembako bantuan disalurkan melalui Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) langsung ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berada di tangan penerima. Sedang BST penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

“Untuk bantuan beras yang 10 kg dari Perum Bulog, disalurkan melalui Perum Bulog. Kemensos hanya menyampaikan data penerima bantuan,” ucap Risma

Penyaluran bansos juga melibatkan dukungan teknologi berbasis digital. Kemensos telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Fintech Indonesia, untuk menyiapkan aplikasi yang meningkatkan layanan kepada penerima manfaat sekaligus menjadi alat kontrol efektif dalam penggunaan bantuan sosial.

“Saya sudah dapat izin BI, OJK dan akan dibantu oleh anak-anak muda dari Fintech Indonesia, untuk menyiapkan aplikasi. Nanti dengan aplikasi itu, penerima manfaat tidak harus belanja di E-Warong, tapi bisa ke tempat lain. Selain itu juga bisa untuk memonitor apakah bantuan dibelanjakan sesuai kebutuhan atau di luar itu. Misalnya untuk membeli rokok atau minuman keras. Kan tidak boleh untuk membeli rokok atau minuman keras,” ungkap Risma.

BACA JUGA  Ratusan Nakes di Boyolali Terpapar Covid-19

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi, Kemensos menyiapkan sejumlah bantuan. Selain bansos yang eksisting seperti PKH, BPNT/Kartu Sembako, dan BST, juga disalurkan beras sebesar 10 kg melalui Perum Bulog untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako non PKH.

Kemensos juga menyalurkan beras 5 kg untuk 5,9 juta pekerja informal di Jawa-Bali yang penyalurannya melalui dinas sosial. “Total volume beras adalah 2.010 ton, dengan 3.000 paket beras untuk 122 kabupaten/kota dan 6.000 paket untuk enam ibukota provinsi,” tandasnya. (irf)

Check Also

Ratusan Warga Difabel Di Purbalingga Menerima Bansos

Jateng, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali membagikan sejumlah bantuan sosial yang rutin dibagikan kepada …

PKB Soroti Mensos Risma; Mending Mundur Saja

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyorot gaya kepemimpinan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *