Gus Yasin Dalam acara Nonton Bareng Film Pendek "Manuta" ( inikebumen.net)

Taj Yasin Rangkul Kaula Muda Melalui Film Pendek

Jateng, Kendal – Salah satu media penting untuk mempromosikan berbagai potensi daerah Jateng adalah film pendek dan juga bisa menyosialisasikan program-program pemerintah. Melalui media tersebut, informasi yang disampaikan bisa lebih mengena dan dipahami masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen setelah nonton bareng film “Manuta” atau “Patuhilah” di SMK Bina Utama Kendal, Senin (6/9) malam. Selain beliau, hadir pula Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, serta pegiat seni, dan instansi terkait lain.

“Film pendek itu penting. Saat ini orang membaca malas, aturan pemerintah njelimet, ada bab satu bab dua dan sebagainya. Jika itu divisualisasikan dalam karya film maka akan lebih mudah. Nanti saya ajak kerja sama untuk publikasi program-program pemerintah, karena visualisasi itu lebih mudah dipahami,” kata Taj Yasin.

Selain punya peran penting dalam menyampaikan program, Gus Yasin juga menyampaikan bahwa film pendek juga efektif untuk mengangkat sekaligus mempromosikan berbagi potensi daerah. Karena film pendek juga menampilkan beragam tema, baik kuliner, wisata, maupun budaya yang bisa menjadi daya tarik masyarakat luas.

“Seperti di film Manuta, disisipkan bagaimana menampilkan Desa Peron. Termasuk tentang wisata daerah, keindahan alamnya, kopi khas Peron, serta keramahan masyarakat. Itu yang perlu dipromosikan, dan kita perlu visualisasi untuk memromosikan daerah-daerah Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga berharap, Inakriya Kendal Official selaku rumah produksi film “Manuta” juga mèrangkul SMK/SMA dan anak-anak muda dari berbagai kalangan di Jateng, sehingga untuk menggali potensi daerah masing-masing, kemudian mengemasnya dalam karya film pendek yang lebih inovatif.

“Film ‘Manuta’ ini menginspirasi kita untuk benar-benar menghormati sesama, harus berprasangka baik, dan menyikapi berbagai persoalan dengan musyawarah. Pesan lainnya film ‘Manuta’ artinya pentingnya protokol kesehatan, vaksin diatur, dan semuanya harus disiplin. Itu yang penting, karena itu kunci utama agar kita sukses menangani Covid 19,” jelas Gus Yasin.

BACA JUGA  Pemerintah Lumajang Akan Segera Bangun Kembali Jembatan Geladak Perak

Sementara itu, Ahmad Sofyan Hadi, selaku sutradara film Manuto, terinspirasi dari kasus pandemic COVID-19 yang dampaknya tidak hanya kesehatan, namun juga mempenaruhi sektor ekonomi, pendidikan, dan tatanan sosial masyarakat.

“Cerita dalam film ini mengarsipkan dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa saat ini. Bahwa ada virus Corona dan entah beberapa tahun kedepan ketika pandemi sudah selesai masyarakat tidak lupa bahwa pernah terjadi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ia mengatakan, film pendek yang mengambil lokasi syuting di Desa Peron dan Pakis, Kecamatan Limbangan ini, tidak hanya menyosialisasikan pentingnya menjaga prokes saat pandemi, namun juga memromosikan keindahan alam desa di lereng pegunungan, tetapi juga mengenalkan kuliner, budaya daerah, kearifan lokal, serta berbagai potensi lainnya. (Irf)

Check Also

Proses Pembuatan Pupuk Andalan, Urea

Beritapantura.net–  Pupuk merupakan  kebutuhan utama masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Di Indonesia pupuk yang beredar …

Harga Pupuk Mahal Dikeluhkan Petani

Beritapantura.net, Rembang – Para petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk memasuki Masa Tanam (MT) di awal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *