Kampus Universitas Muria Kudus Tampak Dari Depan

Rektor UMK Didesak Mundur

Jateng, Pati – Badan Eksekutif Eksekutif (BEM) Universitas Muria Kudus desak rektor Prof. Darsono dan tiga wakilnya yakni Wakil Rektor I Sulistyowati, Wakil Rektor II Solekhan, dan Wakil Rektor III Joko Utomo untuk mundur dari jabatannya. Alasannya karena dianggap tidak berkompeten dalam menjalankan kepemimpinan universitas swasta di Kota Kretek tersebut.

“Tuntutannya rektor UMK mundur karena sudah melanggar sumpah jabatan. (Selain itu) Wakil Rektor (WR) I harus mundur karena cacat moral memposisikan lebih tinggi dari rektor dan suka mengintimidasi dosen dan mahasiswa UMK,” kata Ketua BEM UMK, Alvin Rizqiya saat membacakan tuntutan saat beraudiensi dengan Bupati Kudus, Jateng, di pendapa, Jumat (8/10/2021). Dikutip dari Detik.com.

Alvin mengatakan ada beberapa tuntutan selain rektor dan WR I mundur. Di antaranya adalah menolak dunia akademik dimasuki politik dan WR III harus mundur karena sakit menahun.

“Kami menolak dunia akademik dimasuki orang politik. Wakil Rektor II harus mundur karena tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditemukan oleh rektor. Wakil Rektor III juga harus mundur karena sakit menahun,” terang dia.

Dia mengatakan alasan tuntutan itu karena jajaran rektor dan wakil rektor diduga melanggar tata kelola di kampus UMK. Pertama rektor telah memposisikan WR lain di bawah WR I Sulistiyowati.

“Rektor UMK Darsono melanggar tata kelola di statuta dengan memposisikan WR lain di bawah WR I Sulistiyowati,” jelasnya.

Selain itu kata dia, rektor diduga telah mengeluarkan kebijakan yang meresahkan. Kebijakan itu yakni mengeluarkan SK mengenai WR I yang merangkap jabatan sebagai dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Rektor melanggar tata kelola di statuta dengan kebijakan yang sangat meresahkan dengan mengeluarkan SK rektor mengenai WR I Sulistyowati merangkap jabatan sebagai Plt Dekan FEB sedangkan yang bersangkutan bergelar di bidang Ilmu Hukum dan Home Base di Fakultas Hukum. Di sisi lain ada beberapa orang dosen FEB yang memenuhi syarat menjadi dekan FEB,” jelas dia.

BACA JUGA  Bhabinkamtibmas Diminta Berperan Aktif Dalam PPKM Mikro

“Pengangkatan Solekhan sebagai WR II yang saat itu masih asisten ahli sampai pada saat dilantik menjadi WR II itu melanggar SK rektor tentang pengangkatan WR yang dibuat oleh sendiri oleh rektor. Di mana syarat calon WR adalah minimal lektor,” ungkapnya.

Alvin juga menduga pengangkatan pejabat struktural di lingkungan kampus UMK terindikasi atas dasar suka dan tidak suka. Sehingga menurutnya jabatan tersebut diisi oleh orang yang tidak berkompeten.

“Pemilihan pejabat struktural di UMK terindikasi atas dasar like dan dislike tergantung siapa yang disenangi WR I maka akan diangkat diangkat menjadi pejabat struktural. Jadi yang diangkat bukan yang terbaik tetapi terserah berkuasa bukan yang kompeten,” ungkapnya.

Dilansir dari murianews.com, Prof Darsono menyebut jika permasalahan dan pertanyaan yang dilayangkan BEM UMK adalah dinamika dan aspirasi mahasiswa. Namun memang, Darsono menilai jika aspirasi tersebut harus diarahkan agar menjadi hal yang produktif.

“Itu memang dinamika mahasiswa, aspirasi mereka perlu semacam pengarahan agar bisa produktif,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Soal desakan mundurnya dirinya beserta jajaran jajaran wakil rektor, Darsono pun menyebut tidak bisa langsung seketika itu mundur dari jabatannya. Namun, kata dia, perlu  tabayun  terlebih dahulu antara mahasiswa dan pihak universitas.

“Yang namanya evaluasi tidak langsung memutuskan, tidak. Ada  tabayun  dulu kalau dalam Islam. Kalau langsung kan ya kurang elok seperti itu,” ujarnya.

Beberapa poin yang dijadikan alasan mahasiswa untuk menuntut dirinya mundur pun disanggahnya. Salah satunya tentang musik yang dipilih oleh Wakil Rektor II Dr Solekhan yang dianggap cacat karena lagu SK Rektor di mana syarat calon wakil rektor adalah minimal Lektor. Sementara saat diangkat, Solekhan masih berstatus asisten ahli.

“Kami jelas tahu aturan itu, soal ini bisa dicek status yang bersangkutan sebelum diangkat sebagai wakil rektor, itu sudah lektor,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemerintah Lumajang Akan Segera Bangun Kembali Jembatan Geladak Perak

pun menyampaikan akan membuka pintu selebar lebarnya untuk mahasiswa khususnya BEM yang ingin berkomunikasi langsung dengannya.

“Kami akan selalu ada untuk mahasiswa, silahkan bila ingin berkomunikasi langsung dengan kami tentang ini,” ujar dia.

(ahr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *