santri
Ilustrasi Santri

Dilema Santri (Cerpen)

Beritapantura.net — Suatu ketika di pondok pesantren sedang libur semester. Kebetulan hampir semua santriwan dan santriwati di pondok tersebut pulang kampong, namun tidak untuk para santri senior, mereka harus tetap berdiam diri di pondok. salah satu santri senior yang ada di pondok itu adalah Dino.  Sebenarnya rumah nya tidak begitu jauh dengan pondok pesantren, tetapi orang tuanya tidak mengizinkan dia pulang ke rumah. Menurut orang tuanya, Dino lebih baik di pondok dari pada dirumah, karena kalau di rumah pasti akan keluyuran kemana-mana. Merasa jenuh dengan keadaan yang sedang dia dapati, dia pun mencari cara bagaimana dia bisa keluar dari pondok pesantren, walaupun hanya sekedar me-refresh otaknya. Tetapi apa boleh buat dia hanya bisa menikmati suasana pondok pesantren yang sepi. Pengen makan tidak ada yang memasakkan karena biasanya yang memasakan makanan untuk santriwan adalah santriwati. Mungkin di hati  Dino hanya bisa berkata bahwa orang tuanya sangatlah tidak sayang kepadanya.dia merasa sendiri di pondok tersebut walaupun ada beberapa santri senior yang tidak pulang, tetapi semuanya lebih tua umurnya di banding dengan Dino. Dino sebenarnya sebagai santri senior bukan karena umurnya yang tua, karena dia sudah mondok di pesantren tersebut sejak dia lulus dari MI. mungkin itu yang menjadikan dia disebut santri senior.

Dan saat liburan dipesantran diperbolehkan membawa handphone (HP). Jadi paling tidak Dino bisa membuang rasa bosannya dengan bermain hp.

Tak sengaja saat dia sedang chat dengan temannya ada nomor tidak di kenal masuk kedalam hpnya, dia merasa panik. dia pun akhirnya ingin mengetahui siapa yang memiliki nomor tidak di kenal tersebut. Setelah beberapa saat Dino pun mengetahui siapa pemilik nomor yang tak dikenal itu, ternyata itu nomor anak yang sekelas dengannya, sebut saja namanya Laila.mereka berdua memang seperti kucing dan tikus jika dekat.

Hari-hari Ni’am saat liburan akhirnya terisi dengan chatan setiap hari dengan Laila. Mereka berdua saling sharing tentang kegiatan pondok, karena keberulan Laila seorang santriwati dari sebuah pondok pesantren. Pada suatu ketika terucap kata modus dari mulut Dino kepada Laila, tetapi Laila tidak menghiraukan karena dia sudah mengetahui sifat  Dino yang satu ini yaitu selalu modus dan suka merayu kepada cewek-cewek. Maka dari itu Dino biasa mendapat julukan “BOYO BERKUALITAS”dari cewek-cewek di sekolahnya. Laila sebenarnya belum begitu kenal dengan Dino sebab baru kelas 11 ini satu kelas dengannya.tapi walaupun Laila belum begitu kenal dengan Dino, dia tahu bahwa Dino bukanlah anak yang nakal, badung ataupun arogan.karena dari wajahnya dapat di tebak bahwa Dino adalah anak yang baik hanya saja dia tidak mau memperlihatkan kebaikannya di depan teman-temannya.

BACA JUGA  PIJAT

Pada suatu ketika waktu yang paling menegangkan bagi seluruh anak sekolah yaitu waktu penerimaan raport yang di ambil oleh orang tuanya langsung. Pada hati itu pun hari kiamat bagi Dino karena namanya harus di panggil sebagai salah satu daftar nama murid yang badung di kelas. Dan ibunya harus di panggil oleh guru BK langsung.

Sesampainya di rumah ibunya menelpon Dino untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, baru sampai di rumah Dino langsung di marahi oleh kedua orang tuanya. Dan ternyata kakak nya juga mengetahui tentang kenakalan Dino tersebut yang menjadikan kakak nya begitu marah sangat dasyat bagai Tsunami dan gempa bumi di banten kemarin….hehehe….. Maklum saja kakaknya adalah guru di sekolah tempat Dino bersekolah dan menantu dari kyai yang di segani di sekolah tersebuat bahkan kakaknya adalah orang yang hafal al-Qur’an, intinya orang yang di hormati di sekolah.

Dino merasa semuanya tidak adil. Kakaknya dino mengancam jika dino tidak bisa memperbaiki sikap untuk semester depan maka kakaknya menyarankan lebih baik tidak perlu sekolah, maklum saja dia anak hafalan Quran, sebelumnya dia berhenti sekolah hanya untuk menghafalkan al Qur’an saja. Cerita apada awalnya seperti ini sampai dino bisa bersekolah.

Suatu ketika pondok dino dipercayai untuk mrngisi pentas rebana pada suatu sekolah di Demak. Kebetulan anak-anak sekolah tersebut banyak yang kenal Dino, jadi hati dio merasa tertarik untuk merasakan nikmatnya masa sekolah. Hari berganti hari, akhirnya Dino berkata kepada kakaknya agar dirinya di perbolehkan sekolah. Kakaknya sebenarnya mengizinkan saja Dino untuk bersekolah tetapi ia harus izin dahulu dengan abah pondoknya. Sebagai kakak yang baik dino pun di temani untuk minta izin kepada abahnya, dan pada hasilnya Dino di perbolehkan sekolah asalkan bisa tetap menjaga hafalannya dan tidak terganggu antara kegitan pomdok dengan kegiatan sekolah.

BACA JUGA  Hujan yang Menggagalkan

Hati Dino bagai penuh dengan bunga-bunga yang begitu indah. Rasanya ia akan merasakan kembali indahnya bercanda tawa di bangku sekolah bersama teman-teman yang dulu pernah kelam selama satu tahun.”

Maka dari itu kakaknya begitu marah karena merasa bahwa Dino tidak bisa menjaga amanah yang telah di berikan oleh abahnya untuk bersekolah. Di dalam hati Dino sesungguhnya ingin merasa marah tapi sadar bahwa ia yang salah dalam kasus ini. Dino tau bahwa melawan orang tua itu sangatlah tidak baik itulah wejangan yang pernah berikan abahnya ketika di pondok.

Dino kembali ke pondok………

Malam pun berlalu, Dino ingin rasanya berbagi masalahnya dengan orang lain, tetapi apa boleh daya semua temanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Biasa anak pondok kalau sudah pegang hp kayak lupa daratan, jangankan teman, untuk makan ataupun mandi saja kadang lupa kalau sudah pegang setan kotak satu ini. Dino juga ikut mengitak atik hpnya, akhirnya pesan chatpun masuk disana tertulis nama laila. Nama yang sebenarnya biasa saja, tapi entah mengapa hati Dino merasa tertarik akan nama ini.

Dino membalas chat dari Laila, sampai akhirnya ia pun nyaman dan mudah ingin berbagi masalahnya dengan wanita satu ini. Dino bilang kepada Laila bahwa dirinya mungkin saja akan tidak bersekolah lagi ataupun kalau sekolah dia ingin pindah di sekolah lain, tatapi kalau untuk pindah sekolah di sekolah lain kemungkinan besar tidak di perbolehkan kakaknya karena bagaimanapun Dino harus tetap bersekolah di sekolah tersebut jika ia ingin melanjutkan sekolah.

Setelah mendengar cerita dari Dino, Laila pun ikut prihatin akan keadaan Dino, karena ia tau kalau Dino bukan anak yang benar-benar nakal seperti itu. Hati laila merasa kehilangan saat dino mengatakan akan pindah sekolah atau malah kan berhenti sekolah. Baru saja mereka kenal harus berpisah untuk selamanya kalau memang Dino tidak lagi sekolah.

BACA JUGA  Sego Gandul, Kuliner Khas Dari Pati Jateng

Laila dengan penuh kesabaran menasehati Dino, meyakinkan agar tetap sekolah. Laila mengatakan bahwa dino memang salah pada permasalahan ini, Dino harus memperbaiki akhlaknya. Laila merasa senang bisa berbagi dengan dia. Laila merasa ada yang berbeda dengannya sebagai seorang teman. Jujur saja Laila jarang bisa akrab dengan seorang lelaki. Maklum saja Laila terkenal anak yang pendiam dan lelaki pun takut untuk dekat dengannya.

Dino akhirnya memutuskan untuk tetap bersekolah dan memperbaiki sikapnya di semester batu ini. Dino merasa bahwa sosok laila adalah yang sangat diperlukan dino saat ini sosok yang sebagai penyemangat, motivator dan inspirator bagi dirinya.

Hari-hari mereka terisi komunikasi yang semakin harmonis saja, rasa nyaman pun mulai timbul dari masing hari dua sejoli ini. Dino merasa laila lah yang sangat penting di hidupnya. Dino ingin rasanya selalu ada di hidup Laila. Rasa takut kehilanagn pun menyelimuti hati mereka.

Tak terasa hari liburan pun sudah berakhir dan waktu masuk sekolah pun tiba, tapi rasa di hati kedua pemuda ini merasa sedih karena jika liburan berakhir masa untuk kamunikasi secara dekatpun berakhir, sebab Dino harus mengembalikan hp nya kepada pengurusnya dan akan dikembalikan setelah seminggu sekali serta Laila harus kembali ke pondok dan akan bisa pegang hp setelah sebulan sekali.

Penulis : Irda Kamila (Mahasiswa Farmasi UNISULA Semarang)

Editor : Ahmad Rifa’i

Check Also

KEGAGALAN BERBUAH TAUBAT

Keyakinannya telah bulat. Apa pun hasilnya akan diterima dengan lapang dada. Bahkan separuh hidupnya ia …

Perpres Nomor 82 Tahun 2021, Pesantren Dapat Jaminan Hidup

Jakarta – Pesantren di seluruh Indonesia mendapat kabar gembira setelah Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *