Pemkab Kediri Larang ASN Bepergian Selama Libur Nataru

Kediri – Kebijakan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menggenjot vaksinasi menjadikan Kabupaten Kediri masuk PPKM Tingkat 1. Mencegah penularan COVID-19, Pemkab Kediri melarang ASN beepergian dan cuti selama Natal dan tahun baru.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini mengatakan kondisi yang sudah terjadi membaik harus tetap dijaga sampai justru abai dan mengindahkan protokol kesehatan. Selain aturan yang diberlakukan bagi ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Kediri, masyarakat tetap diminta jangan sampai kegiatan yang dilakukan menjadikan pembukaan.

“Kita memperhatikan, bagaimana supaya masyarakat kita bisa keluar tapi tidak terjadi apa-apa,” kata Mas Dhito, Minggu (26/12/2021).

Kebijakan kegiatan keluar daerah dan cuti bagi ASN berdasarkan surat edaran yang dikirim ke setiap SKPD yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Kebijakan itu juga diberlakukan bagi pegawai Non ASN yang bekerja di lingkungan Pemkab Kediri.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menyampaikan jika terdapat pejabat dan pegawai ASN yang melanggar akan diberikan disiplin berdasarkan aturan yang berlaku.

“Berkaitan dengan hal tersebut setiap SKPD diminta melakukan rekapitulasi kehadiran pegawai selama periode tersebut dan melaporkan hasil rekapitulasi kepada bupati melalui BKD,” kata Solikin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Ahmad Khotib secara terpisah menyampaikan, capaian vaksinasi per 23 Desember untuk dosis pertama 72,83 persen, sedang untuk lansia 66,22 persen. Sedang, vaksinasi anak yang sudah dimulai pada 20 Desember lalu dari target 143 ribu, saat ini sudah mencapai 3,28 persen.

“Kasus COVID-19 sendiri nol kasus, ini yang kita harus jaga. Masyarakat kita imbau untuk tetap disiplin, bagi yang belum vaksin diminta segera vaksin,” jelasnya.

BACA JUGA  Masa Aksi Demo di Palestina Ditembak Mati Tentara Israel

Sementara itu, bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopim Pimpinan Daerah), Mas Dhito melakukan pengecekan pos pengamanan Simpang Lima Gumul (SLG) dan simpang tiga Alun-Alun Pare. Dilanjutkan ke Gereja Katolik Santo Mateus, dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias, Pare.

Dijelaskan Mas Dhito, kunjungan ke pos pengamanan dan gereja itu, untuk memastikan ibadah Natal bisa berjalan dengan baik. Selain keamanan, pengecekan protokol kesehatan seperti rencana kuota pengunjung, penyediaan bak cuci tangan maupun hand sanitizer juga dilakukan. 

 

Check Also

700 Personel Gabungan di Pati Dikerahkan Jelang Natal dan Tahun Baru

700 Personel Gabungan di Pati Dikerahkan Jelang Natal dan Tahun Baru

Pati – Bertempat di halaman Mapolres Pati, Kamis (23/12/2021) pagi, Polres Pati melaksanakan apel gelar …

Timsus Pasopati Gencar Operasi Miras Jelang Nataru

Timsus Pasopati Gencar Operasi Miras Jelang Nataru

Pati – Sejumlah rumah dan toko yang disinyalir menperjual belikan minuman keras digerebek oleh Timsus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *