Transportasi : Gambar Kereta Api Saat Berhenti di Stasion. (IRFAN / BERITA PANTURA)
Transportasi : Gambar Kereta Api Saat Berhenti di Stasion. (IRFAN / BERITA PANTURA)

Ini Perkembangan Realisasi Transportasi Kereta Api Jalur Pantura Timur

Jateng, Semarang – Pada awal tahun 2020 lalu dikabarkan akan dibangun moda transportasi kereta api dengan jalur Semarang-Rembang. Informasi tersebut tentu menjadi kabar gembira bagi warga di sekitar Pantura.

Bersumber dari Jatengprov.go.id jalur kereta api Semarang-Rembang yang akan melewati Kudus dan Pati akan kembali diaktifkan pada tahun 2020, Hal itu diungkapkan oleh Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ir Djoko Setijowarno,MT dalam seminarnya yang bertema “Membangun Sistem Transportasi Modern: Jalur Kereta Api Semarang-Rembang sebagai Sarana Pelayanan Publik dan Penggerak Ekonomi di Jawa Tengah”.

Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Fajar Rakhmat, juga menambahkan bahwa reaktivasi rel kereta api Semarang-Lasem akan dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Pada 2020 ini memasuki tahap DED (Detail Engineering Design). Analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan pengadaan lahan dijadwalkan pada 2021. Untuk pengerjaan fisik dimulai pada 2023,” katanya.

Dalam perkembangan terbarunya reaktivasi jalur ini 70% di antaranya akan menggunakan jalur baru dikarenakan jalur yang lama sduah banyak ditempati bangunan dan pertokoan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah yang akrab dipanggi Gus Aziz berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah.

“Mereka punya komitmen 70 % pakai jalur baru. Trase (rute) lama sudah terlalu kompleks masalahnya. Jadi kebijakan yang diambil, lebih banyak pakai jalur baru. Itu komitmen yang kami dengar dari pihak terkait, setelah terlibat dalam diskusi intensif perencanaan,” kata Aziz.

Aziz juga menambahkan, jika reaktivasi rel kereta api Semarang-Lasem sudah dinantikan masyarakat. Lebih-lebih Lasem diproyeksikan oleh pemerintah pusat menjadi Kota Pusaka. Sehingga kelak diharapkan tumbuh sebagai kawasan wisata sejarah.

“Kalau sudah ada kereta api, tentu akan memudahkan akses wisatawan,” ujarnya.

BACA JUGA  Mengantisipasi Langkanya Oksigen, Pemprov Jateng Bentuk Satgas Oksigen

Politisi PPP ini juga membeberkan apabila investigasi jalur selesai, perkiraan tahun 2022 dilanjutkan dengan mematangkan desainnya dan tahun 2023 peletakan batu pertama.

Moda transportasi ini diharapkan dapat mengurangi kesemerawutan jalur pantura yang didominasi kendaraan berat, sehingga moda transportasi kereta api ini dinilai lebih efektif. (IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *